Connect with us

Jangan Gunakan Kata Kunci Ini Untuk Mengiklankan Properti

Tips & Trik

Jangan Gunakan Kata Kunci Ini Untuk Mengiklankan Properti

yogas design J6Qn9sE4aKM unsplash scaled

Judul iklan sering diibaratkan sebagai gerbang masuknya pembeli untuk tahu lebih banyak soal rumah yang dijual seseorang. Supaya mereka mau masuk atau mengeklik iklan kita, tentu judul tersebut pun sebaiknya dibuat menggoda. Selain itu, menyertakan setidaknya satu kata kunci yang sering dicari calon pembeli pun harus dilakukan agar mengiklankan rumah bisa sukses.

Namun, ternyata ada lho beberapa pilihan kata yang sudah enggak ampuh lagi/ sebaiknya jangan gunakan kata kunci/hashtag saat bikin iklan properti. Nah, berikut ini yang tidak perlu kamu gunakan saat membuat iklan.

1. “Murah”

Percaya atau enggak, ternyata kata “murah” dianggap tidak begitu menarik lagi bagi para calon pembeli properti. Kata kunci “murah” sudah tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan saat menawarkan properti kepada klien.

Kita tahu, properti merupakan barang dengan harga yang tergolong mahal. Ketika kamu menggunakan kata kunci tersebut, para calon pembeli malah bisa jadi tidak percaya.

Hal itu karena murah bersifat relatif. Mereka pun akan menganggap itu hanya sebagai iming-iming atau pemanis saja. Itu sebabnya hindari kata kunci ini dan lebih to the point dengan menyebutkan harganya saja.

Apabila memang merasa harganya murah, kamu bisa menyampaikannya dengan kalimat “harga di bawah pasaran” atau “harga belum naik”.

2. “Sangat Indah”

Gambar-gambar yang ditampilkan pada iklan properti menjadi salah satu daya tarik yang bisa menarik minat calon pembeli. Jika kata kunci yang digunakan tidak match dengan foto atau gambar yang disajikan, bisa jadi hal ini mendatangkan kekecewaan calon pembeli yang berujung pada hilangnya minat mereka untuk mencari tahu lebih banyak soal rumah tersebut.

Sebab keindahan dan kecantikan dari suatu rumah sangat relatif dan tergantung pada subjektivitas masing-masing orang.

3. “Mewah”

Tidak semua rumah atau properti patut menyandang predikat ini lho! Jangan hanya karena menggunakan banyak peralatan stainless steel lalu kamu menyebut dapur tersebut menjadi mewah.

Contoh lain, jika kamu hanya menggunakan lantai granit atau batu alam tapi hanya untuk beberapa area ruangan saja.

Padahal, tampilan rumah yang ingin dijual biasa-biasa saja.

Lebih baik kamu menggunakan kalimat seperti “tampilan yang unik” atau “sentuhan bahan-bahan premium”.

Ini akan lebih aman digunakan dan dapat menghindari kesenjangan ekspektasi para calon pembeli dengan apa yang ditulis dan realitanya.

4. “Strategis”

Kita juga tahu, sekarang ini banyak orang yang menggunakan kata “strategis” untuk menarik pembeli melihat rumahnya.

Namun kata ini dianggap terlalu klise dan tidak spesifik sehingga rentan diabaikan orang.

Jika ingin memberi keterangan soal lokasi, akan lebih baik jika misalnya kamu menuliskan “100 meter dari jalan raya”, “300 meter dari pintu tol”, atau lainnya yang lebih rinci.

Intinya, Jangan Melebih-lebihkan Saat Akan Mengiklankan Rumah

Para pembeli semakin kritis dan selektif dalam memilih rumah yang ingin dibelinya.

Oleh karena itu, jika ingin rumahmu dilirik oleh mereka, gunakanlah kata kunci yang lugas dan tidak melebih-lebihkan kondisi aslinya.

Mereka lebih memilih untuk langsung menekankan kelebihannya dengan memasukkan unsur lokasi, nominal harga yang bisa fleksibel serta kelebihan lainnya.

Hal ini terbukti dari pengakuan beberapa agen tersebut bisa mengundang lebih banyak respons calon pembeli.

Kamu juga bisa mendapatkan masukkan kata kunci yang banyak digunakan oleh calon pembeli saat pencarian di kolom keyword permintaan.

Semoga ulasan kami di atas berguna bagi kamu semua ya !!

Comments

comments

Artikel lain di Tips & Trik

To Top