Connect with us

Ketahui Perbedaan 5 Jenis Sertifikat Tanah di Indonesia

Uncategorized

Ketahui Perbedaan 5 Jenis Sertifikat Tanah di Indonesia

istockphoto 1286365601 170667a

Sebelum beli sebidang lahan, penting untuk mengetahui jenis sertifikat tanah yang berlaku di Indonesia. Hal ini dimaksudkan, agar sebagai konsumen kita tidak tertipu saat melakukan transaksi jual beli.

Perlu diketahui bahwa sertifikat tanah terdiri atas macam-macam sertifikat, masing-masing memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri. 

Berikut ini 5 Jenis Sertifikat Tanah yang Sah di Indonesia :

  1. Sertifikat Hak Milik (SHM)
    Jenis surat tanah yang satu ini merupakan sertifikat tertinggi dan paling kuat di mata hukum. Seperti namanya, pengertian SHM ialah dokumen yang menunjukkan bukti kepemilikan yang sah dan valid atas sebidang tanah. Jika sewaktu-waktu terjadi sengketa, maka pemilik SHM tanah yang paling berhak atas lahan tersebut
  2. Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU)
    Jenis sertifikat hak guna usaha (HGU), merupakan tanah milik negara. Jenis sertifikat ini diberikan oleh pemerintah bagi individu ataupun badan usaha untuk mengelola sebidang tanah dengan tujuan tertentu, seperti peternakan, perikanan dan sebagainya.

    Jangka waktu penggunaan HGU maksimal 35 tahun dan dapat diperpanjang sampai dengan 25 tahun. Sertifikat hak guna usaha dari pemerintah ini dapat dipindahtangankan ya.
  3. Sertifikat Hak Pakai
    Jenis sertifikat ini menunjukkan hak atas penggunaan atau mengambil hasil lahan milik negara. Hak pakai diberikan selama jangka waktu tertentu dan tidak boleh disertai syarat-syarat yang mengandung unsur pemerasan.
  4. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
    Biasanya SHGB digunakan pemegangnya untuk mendirikan bangunan atau keperluan lainnya. Dalam suatu project property, hak tanah yang bisa dimiliki oleh PT adalah jenis surat SHGB ini.

    Walaupun sertifikat awal atas nama perorangan sudah SHM, tapi jika dibalik-namakan atas nama PT maka harus diturunkan menjadi SHGB, setelah pecah unit baru bisa dinaikkan kembali ke SHM atas nama Konsumen
  5. Sertifikat Tanah Berbentuk Girik
    Lahan dengan status girik adalah lahan bekas hak milik adat, yang belum didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Apabila tertarik membeli tanah girik, pastikan nama yang tertera pada dokumen girik serupa dengan yang tertera pada akta jual beli.

    Minta surat tidak sengketanya dan lihat batas-batas tanahnya. Untuk status tanah girik dapat juga ditingkatkan menjadi SHGB atau SHM

Nah, itu tadi beberapa jenis sertifikat tanah yang penting diketahui sebelum melakukan Pembelian lahan Properti

Di tips Selanjutnya, kita belajar Cara Mudah Mengecek Legalitas Tanah

See you..

Comments

comments

Artikel lain di Uncategorized

To Top