Connect with us

Kupu-Kupu Bermetamorfosis Sebelum Waktunya

Seputar Properti

Kupu-Kupu Bermetamorfosis Sebelum Waktunya

gary bendig b30CHD9UdVs unsplash scaled

Seorang teman saya, Pakar Marketing, menulis dibukunya seperti ini:

Suatu hari ada seorang anak kecil yang sedang bermain ditaman. Ia melihat ada sebuah kepompong di salah satu tanaman di taman tersebut. Ternyata kepompong tersebut sedang dalam proses perubahan menjadi kupu-kupu.

Melihat perjuangan kupu-kupu yang kesulitan keluar, tanpa pikir panjang, ia langsung mengambil gunting ke rumahnya dan kembali ke taman untuk mengunting ujung kepompongnya sehingga kupu-kupu tersebut terlepas dari kepompongnya.

Tahu apa yang terjadi?

Kupu-kupu tersebut tidak bisa terbang. Dicoba bantu terbang pun, tetap nggak bisa terbang.

Tahu kenapa?

Kupu-kupu tersebut tidak bisa terbang secara normal karena anak kecil tadi memotong prosesnya.

Bisa jadi dalam kepompong tersebut sebenarnya ia sedang melatih dan membentuk otot-ototnya yang dipersiapkan untuk bisa terbang tinggi.

Sayangnya anak tersebut memotongnya, sehingga otot tersebut tidak terbentuk.

Apalah arti seekor kupu kupu nan cantik tapi nggak bisa terbang

Ketika kita mengamati kasus beberapa property yang bermasalah, baik itu Property Konvensional maupun Property Syariah, semuanya sama, yaitu memotong proses tahapan-tahapan menjadi Developer Property.

Seperti kisah kupu-kupu diatas yang bermetamorfosis sebelum waktunya. Tidak mau berproses…tidak mau belajar…tidak mau mengembangkan diri.

Dengan mengetahui potensi kendala, kita bisa paham mitigasi resiko dalam menjalankan property syariah.

Dalam camp kita diajak berfikir untuk menelaah 9 potensi kendala mayor dalam menjalankan property syariah:

  1. Bagaimana cara Akuisisi Lahan yang syar’i dan aman?
  2. Bagaimana mengamankan Legalitas?
  3. Bagaimana membangun Integritas Sumber Daya Manusia?
  4. Bagaimana memanajemen Mutu secara komprehensif?
  5. Bagiamana paham Cashflow, jantungnya seluruh bisnis?
  6. Bagaimana Pemasaran dan Penjualan yang laris manis tapi tetap dalam koridor syar’i.
  7. Bagaimana agar Pembangunan dan Serah- terima Unit aman?
  8. Bagimana Pengembangan Sarana & Prasarana sesuai yang dijanjikan.
  9. Bagaimana agar Pemeliharaan dan Keamanan Kawasan tidak menjadi beban?

Tentang berproses ini, bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan lewat sabda beliau,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)

Menuntut ilmu itu wajib!

Ketika sudah turun perintah Alloh yang mewajibkan suatu hal, sebagai muslim yang harus kita lakukan adalah sami’na wa atha’na, kami dengar dan kami taat.

Sesuai dengan firman Allah Ta ‘ala:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Alloh dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.” (QS. An-Nuur [24]: 51)

Yang ditakuti sejatinya bukan gorengan media ataupun penjara dunia, tetapi penyesalan di Yaumil Akhir kelak sebagaimana difirmankan Allah Taala:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Alloh dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS. Al-Ahzab: 66)

Berproseslah.

Jangan malu berproses.

Bahkan putih rambut pun akibat berproses, adalah maha nikmat yang dikaruniakan Allah buat kita.

Kuy, menjadi kupu-kupu yang selain indah dilihat juga lincah menari menikmati sari bunga-bunga.

Comments

comments

Artikel lain di Seputar Properti

To Top